LAPORAN PRAKTIKUM KISI DIFRAKSI
FISIKA
NAMA ANGGOTA KELOMPOK:
AHDIAH MARTYA AYU
MUKHALIS AZID
RIFKY FAJRIANSYAH
RINA APRILIANA
SUCI UFIYANTI
S M A N E G E R I
1 M A J A
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Dasar Teori
Dalam fisika, difraksi adalah fenomena gelombang, difraksi
didasarkan pada penyebaran gelombang ketika menghadapi kendala atau melalui
sedikit kendala. Difraksi terjadi pada semua jenis gelombang, dari gelombang
suara, gelombang pada permukaan cairan dan gelombang elektromagnetik seperti
cahaya dan gelombang radio. Hal ini juga terjadi ketika sekelompok gelombang
merambat dalam ukuran terbatas, misalnya karena difraksi, sinar sempit dari
gelombang cahaya dari laser akhirnya menyimpang dalam balok yang lebih luas
pada jarak dari emitor.
Perbandingan antara difraksi dan pola interferensi yang
dihasilkan oleh celah ganda (atas) dan lima celah (bawah).
Interferensi terjadi ketika panjang gelombang lebih besar
dari dimensi obyek, karena itu, efek difraksi menjadi penurunan terdeteksi
sebagai ukuran objek kenaikan dibandingkan dengan panjang gelombang.
Dalam spektrum elektromagnetik sinar-X memiliki panjang
gelombang sama dengan jarak interatomik dalam bidang ini. Hal ini dimungkinkan
oleh karena itu untuk menggunakan difraksi sinar-X sebagai metode untuk
menjelajahi sifat dari struktur kristal. Difraksi oleh struktur kristal
memverifikasi hukum Bragg.
Karena dualitas gelombang-partikel karakteristik mekanika
kuantum adalah mungkin untuk mengamati difraksi partikel seperti neutron dan
elektron. Pada saat-saat awal mekanika kuantum ini adalah salah satu argumen
paling jelas untuk deskripsi gelombang yang membuat mekanika kuantum dari
partikel subatom.
Anehnya, teknik ini digunakan untuk mencoba untuk menemukan
struktur DNA, dan merupakan salah satu bukti eksperimental struktur heliks
ganda diusulkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953.
Macam macam difraksi antara lain:
1. Difraksi celah tunggal
Setiap titik pada celah tunggal dapat dianggap sebagai
sumber gelombang sekunder. Selisih antara kedua berkas yang terpisah sejauh d
adalah d sin θ.
Analogi dengan pola interferensi celah ganda Young, pola
terang difraksi celah tunggal diperoleh jika:
d sin θ = n λ, dengan n = 0, 1, 2, 3, …
dengan d adalah lebar celah. Interferensi minimum (garis
gelap) terjadi jika d sin θ = (n – ½ )λ, dengan n = 1, 2, 3, …
2. Difraksi pada kisi
Kisi difraksi terdiri atas banyak celah dengan lebar yang
sama. Lebar tiap celah pada kisi difraksi disebut konstanta kisi dan
dilambangkan dengan d. Jika dalam sebuah kisi sepanjang 1 cm terdapat N celah
konstanta kisinya adalah:
Pola terang oleh kisi difraksi diperoleh jika:
d sin θ = n λ, dengan n =0, 1, 2, 3, …
dengan d adalah konstanta kisi dan θ adalah sudut difraksi.
Interferensi minimum (garis gelap) terjadi jika
d sin θ = (n – ½ )λ, dengan n =1, 2, 3, …
Dalam optika dikenal difraksi Fresnel dan difraksi
Fraunhofer. Difraksi Fresnel terjadi jika gelombang cahaya melalui celah dan
terdifraksi pada daerah yang relatif dekat, menyebabkan setiap pola difraksi
yang teramati berbeda-beda bentuk dan ukurannnya, relatif terhadap jarak.
Difraksi Fresnel juga disebut difraksi medan dekat.
Difraksi Fraunhofer terjadi jika gelombang medan melalui
celah atau kisi, menyebabkan perubahan hanya pada ukuran pola yang teramati pada
daerah yang jauh. Gelombang-gelombang cahaya yang keluar dari celah atau kisi
pada difraksi Fraunhofer hampir sejajar. Difraksi fraunhofer juga disebut
difraksi medan jauh.
1.2.Tujuan Praktikum
a. Mengamati
gejala difraksi cahaya pada kisi
b. Menentukan
panjang gelombang cahaya ungu
BAB II
ALAT DAN BAHAN
2.1. Alat
dan Bahan
·
1 buah kisi difraksi
·
1 buah lilin
·
Jarum pengamat
·
Korek api lilin
Korek api lilin
·
4 buah penggaris 30 cm jarum penggaris

50cm
Kisi
difraksi
2.1. Langkah
Kerja
·
Susun alat dan bahan seperti pada gambar
·
Sesuaikan tinggi kisi difraksi dengan tinggi
lilin
·
Amati difraksi cahaya dengan menggunakan
konstanta kisi 100 garis/mm, dan menutup konstanta kisi 300 garis/mm dan 600
garis/mm
·
Amati
cahaya yang terlihat pada kisi, lalu perhatikan cahaya berwarna ungu pada orde
kedua (P2) yang terlihat sambil di ukur jarak cahaya dengan lilin (sumber
terang) menggunakan jarum
·
Jika sudah pas jarum dengan cahaya, lihat pada
penggaris cahaya jatuh pada jarak berapa
·
Catatlah jarak yang telah didapat, kemudian
dengan menggunakan persamaan:
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.
Hasil Pengamatan
Tabel data hasil pengamatan
|
d(m)
|
p(m)
|
l(m)
|
n
|
|
|
|
|
|
3.2. Pembahasan
Pada praktikum yang telah dilakukan, dapat
diketahui:
·
N = 100 garis/mm // d =
-2 mm // 1 X 10-5
·
L = 50
cm // 5 X 10-1 m
·
P = 4,3 cm // 4,3 X 10-2 m
·
n = 2
dicari: panjang gelombang, cahaya ungu dalam satuan m dan nm
penyelesaian:
BAB IV
KESIMPULAN
Jadi dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
difraksi cahaya ungu pada orde kedua (P2) dengan jarak 4,3 cm, dengan jarak
kisi ke layar pengamat 50 cm pada konstanta kisi 100 garis/mm dapat diketahui
panjang gelombang yaitu 4,3 X 10-7 dalam satuan meter dan panjang
gelombang 430 dalam satuan nanometer.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA